Keselamatanku

Bersama Tuhan

Aku adalah seorang pelayan Tuhan yang aktif di Ibadah Remaja, Ibadah Pemuda bahkan Ibadah Umum. Hari Minggu aku full melayani Tuhan, Pagi melayani musik di Ibadah Umum 1, setelah itu mengajar Sekolah Minggu, setelah itu di Remaja, lalu di Ibadah Umum Sore. Bahkan Senin-Sabtu pun terkadang aku ada di rumah Tuhan entah itu rapat dan sebagainya. Aku melakukan hal itu yang pasti untuk Tuhan dan hanya untuk Tuhan.

Pada suatu saat di Ibadah Remaja aku serasa ditegur lewat Firman Tuhan yang bercerita tentang Maria dan Marta. Aku sudah cukup sering mendengar cerita tentang Maria dan Marta bahkan aku suka menyanyikannya.

“Dua orang bersaudara… Maria dan Marta … Tass…. Tass… Boom…Sama sama mengundang Yesus dirumahnya….. Marta sedang sibuk di dapur…Maria duduk di kaki Yesus….. Mendengar Firman… Mendengar Firman …Itu Lebih Baik”

Lalu setelah beberapa lama, hati kecilku berbicara:

“Bersama Tuhan”

Aku dengan sigap di pemikiranku berkata, “Aku sudah bersama Tuhan kok, Aku sudah melayani Tuhan bahkan terkadang Senin-Sabtu juga ada di Rumah Tuhan”

Tiba-tiba aku terdiam… dan mengingat kembali Firman Tuhan tentang Maria dan Marta,

Lalu aku mengakui bahwa aku termasuk dalam Golongan Marta, “Sibuk di Dapur” dengan kata lain Aku memang melakukan segala sesuatu untuk Tuhan, tapi gak “Bersama Tuhan”.

Aku tersadar bahwa yang Tuhan ingikan dari aku selama ini adalah “Bersama Tuhan” dalam artian aku duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan perkataannya sepenuh hati dan mempunyai waktu pribadi dengan Tuhan. Lalu akupun berpikir lagi apakah salah termasuk golongan seperti marta.

tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:42 TB)

Tidak ada salahnya misalnya aku sangat sering melayani sampai kelihatannya sibuk sekali, itu bukan hal yang salah tapi itu adalah hal yang baik. Tetapi dari beberapa hal ini Tuhan hanya ingin aku mempunya waktu yang terbaik “Bersama Tuhan”.

Lalu didalam pemikiranku bertanya lagi “Tetapi bukankah maria dan marta melakukan hal yang sama saja yang nantinya berujung ke Tuhan.”

Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, (Lukas 10:41 TB)

Dalam ayat ini aku melihat Tuhan menegur marta dengan kasih, Jadi apa yang dilakukan Maria dan Marta adalah suatu hal yang berbeda. Kalau sama, tidak mungkin marta sampai di tegur oleh Tuhan.

Dalam hal ini aku boleh mengucapsyukur kalau aku juga boleh ditegur Tuhan, kalau aku masih boleh ditegur Tuhan berarti Tuhan sangat mengasihi aku, oleh sebab itu Aku harus memperbanyak waktu bersama Tuhan, Hal ini tidak membuat aku jadi malas melayani melainkan harus semakin giat untuk melayani Tuhan dan jagan lupa mempunyai waktu “Bersama Tuhan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *